Dalam rangka melestarikan, mengembangkan, dan memuliakan bahasa, aksara, serta sastra Bali, telah dilaksanakan kegiatan Bulan Bahasa Bali yang berpedoman pada Peraturan Gubernur I Wayan Koster tentang Bulan Bahasa Bali. Kegiatan ini merupakan implementasi visi pembangunan budaya Bali yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Kegiatan Bulan Bahasa Bali dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2026 bertempat di Gedung Serbaguna Desa Kesiut, yang dihadiri oleh Perbekel Desa Kesiut berserta Perangkat Desa dan Staf Desa, Ketua BPD, Ketua LPM, Bendesa Adat Arca dan Bendesa Adat Kesiut Tengah, Babinsa, Babinkamtibmas dan para anak-anak TK dan SD yang mengikuti lomba didampingi oleh para Guru serta masyarakat sekitar. Adapun tema yang diangkat pada tahun ini adalah “Atma Kerthi - Udiana Purnaning Jiwa" yang sejalan dengan tema resmi Bulan Bahasa Bali yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Bali.
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi lomba ngewacen/membaca puisi Bali, lomba nyurat/menulis aksara Bali, lomba mesatua Bali dan lomba pidarta (pidato) Bahasa Bali. Selain itu, diadakan pula kegiatan penggunaan Bahasa Bali dalam komunikasi sehari-hari di lingkungan sekolah/kantor sebagai bentuk pembiasaan dan penguatan identitas budaya.
Kegiatan ini bertujuan untuk:
-
Meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali.
-
Menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah sebagai bagian dari jati diri masyarakat Bali.
-
Menguatkan peran lembaga pendidikan/instansi dalam pelestarian budaya lokal.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Para peserta menunjukkan kreativitas dan semangat yang tinggi dalam mengikuti setiap perlombaan. Dukungan dari seluruh pihak, baik panitia, peserta, maupun pimpinan sekolah/instansi, menjadi faktor utama keberhasilan kegiatan ini.
Dengan terselenggaranya Bulan Bahasa Bali, diharapkan Bahasa Bali tetap ajeg dan lestari di tengah perkembangan zaman serta mampu diwariskan kepada generasi mendatang sebagai warisan budaya yang adi luhung.